Akhlak yang Baik

Ahlak adalah suatu bentuk (karakter) yang kuat di dalam jiwa yang darinya muncul perbuatan yang bersifat iradiyah ikthiyariyah (kehendak pilihan) berupa, baik atau buruk, indah atau jelek, sesuai pembawaannya, ia menerima pengaruh pendidikan yanh baik dan yang buruk.

Bila bentuk di dalam jiwa ini dididik dengan tegas mengutamakan kemuliaan dan kebenaran, cinta kebajikan, gemar berbuat baik, bila dia mencintai keindahan, membenci keburukan sehingga menjadi wataknya maka keluarlah darinya perbuatan-perbuatan yang indah dengan mudah tanpa keterpaksaan inilah yang dimaksud akhlak yang baik.

begitu juga ditelantarkan tidak disentuh oleh pendidikan yang memadai atau tidak dibantu untuk menumbuhkan unsur-unsur kebaikan yang tersembunyi di dalam jiwanya atau bahkan dididik dengan pendidikan yang buruk sehingga kejelekan menjadi kegemarannya, kebaikan menjadi kebenciannya, dan omongan serta perbuatannya tercela mengalir tanpa merasa terpaksa, maka jiwa yang demikian disebut akhlak yang buruk, perkataan dan perbuatan tercela yang keluar darinya disebut akhlak tercela, seperti ingkar janji, khianat, putus asa, kasar, kemarahan, kekejian, berkata kotor dan pendorongnya

Dari sini Islam menjadi penyeru pada akhlak yang baik dan mengajak kepada pendidikan akhlak di kalangan kaum muslimin menumbuhkan di dalam jiwa mereka dan menilai keimanan seseorang dengan kemuliaan akhlaknya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuji nabinya karena akhlak yang agung
Allah SWT berfirman:

وَاِ نَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْم

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.”
(QS. Al-Qalam 68: Ayat 4)

Allah pun memerintahkan agar berakhlak mulia
Allah SWT berfirman:

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَ لَا السَّيِّئَةُ ۗ اِدْفَعْ بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِ ذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَ نَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 34)

Allah mengutus RasulNya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”
(Diriwayatkan al-Bukhari, Ahmad, dan lain lain, no. 8729)

“Tidak ada sesuatupun di dalam timbangan (amal) yang lebih berat daripada akhlak yang baik” (at-Tirmidzi, no. 2003 dan Abu Dawud, no . 4799)

“Kebaikan itu adalah akhlak yang baik”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *